KAPITALISME

KAPITALISME

Karl Marx adalah orang yang paling bertanggungjawab atas popularitas kapitalisme. Persoalannya, dalam kebanyakan kajian filosofis, kapitalisme sendiri tidak pernah ingin menjadi popular. Konon ia ingin tetap berada di balik layar hingga Marx menemukan dan membawanya ke atas panggung.

Persoalannya kemudian, apakah kapitalisme benar-benar ada ataukah ia hanya perlu diadakan untuk satu atau lebih alasan tertentu? Jika kita mendasarkan kapitalisme pada beberapa gagasan tertentu, ia mestinya tidak segarang apa yang digambarkan oleh Marx dan segenap gerombolannya terkemudian. Kecuali jika kita menganggap para penggagasnya, dari Adam Smith hingga Milton Friedman, merupakan orang-orang jenius yang mampu membuat seisi dunia termehek-mehek. 

Tapi jika kita mendasarkan kapitalisme pada suatu cara kerja, sistem ekonomi tertentu yang tumbuh dalam suatu konteks sejarah tertentu, maka kapitalisme mungkin lebih baik dipahami sebagai ekses dari hasrat mendasar manusia. Dalam hal ini, ia lebih merupakan problem moral yang tidak membutuhkan kritik sosialisme ilmiah atau yang sebangsanya.

Dalam cara ini, misalnya, Shock Doctrine karya Naomi Klein akan segera terbaca sebagai sebentuk teori konspirasi yang kebetulan ditulis dalam tata krama ilmiah. Atau, seperti Das Kapital beberapa abad lalu, Capital yang ditulis Thomas Piketty harus kita anggap sebagai khotbah moral sekular di awal abad 21.

Tapi apapun jugalah, yang pasti, mempelajari kapitalisme dari para Marxis dan Sosialis, tidak jauh berbeda dengan mempelajari tasawuf lewat buku-buku kaum Wahabi.

Manado 2022

amato

Posting Komentar

0 Komentar