SANG KENAPA

SANG KENAPA

"Saat aku memberi makanan kepada orang miskin, mereka bilang aku santo. Saat aku bertanya kenapa orang miskin tak punya makanan, mereka bilang aku komunis."
– Dom Helder Camara

Sang kenapa bisa mengubah seorang santo, waliyullah, menjadi komunis. Setidaknya mengubah seorang uskup agung di Brazil menjadi pendukung teologi pembebasan yang kiri itu. Dalam biografi Amerika Selatan yang terkenal dengan Gelombang Merah Mudanya, sang kenapa memang selalu menjadi penunjuk ke arah kiri jalan.

Tak heran jika di Indonesia sang kenapa menjadi beban pengetahuan 32 tahun sejarah Orde Baru dan kekuatiran di dalam perjalanan orde reformasi yang terus digumuli oleh birahi oligarki saat ini. Sementara di buku-buku sang kenapa menjadi fondasi utama politik kritis-emansipatoris, di Indonesia sang kenapa menjadi jaminan bagi ketersingkiran.

Kita bisa mulai dengan cerita tentang “radikalisme” yang kini jadi identik dengan ketersingkiran itu. Tanpa peduli pada maknanya yang sesungguhnya, di Indonesia saat ini, cap radikal akan membuat kita tersingkir. Bukan nanti setelah ada identifikasi antara kaum teroris dengan kata radikal tapi sudah sejak negara, dengan “bantuan” kita, menyingkirkan gagasan kiri dari peta ideologi bangsa ini.

Memang sulit bagi kita untuk mengabaikan kelindan antara radikalisme dengan kekirian yang dengannya juga sang kenapa.

Aku akan memberi contoh dari kisah Jalan Salib. Yesus tidak disalib karena mengaku tuhan tapi karena dia adalah seorang radikalis yang dengan jelas mengatakan bahwa dia akan duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa. Lalu persoalannya jadi begitu sederhana, jika Yesus adalah contoh pusat perspektif manusia akan kebenaran maka kebenaran sejati – al Haq – selalu ada di sebelah kiri.

Itulah kenapa Kayafas merobek jubahnya dalam sidang para Imam dan Pontius Pilatus bertanya, “Apa itu kebenaran?”

Anda mungkin akan menganggap ini sebagai semacam permainan semantis yang tidak lucu, Dom Helder Camara jelas tidak berpikir begitu dan itulah kenapa dia memilih menyerukan sang kenapa, menjadi kiri dan, karenanya, radikal.

Lalu kenapa?

Manado 2022

amato


Posting Komentar

0 Komentar