Percakapan terjadi karena tidak ada yang bisa memberi jawaban kenapa kita harus saling memahami. Ada setidaknya dua pihak dalam sebuah percakapan. Atau mestinya kita masih tetap percaya pada kata-kata sebagai pembawa makna. Tapi sedalam apa kita bisa mengekspresikan apa yang hendak kita sampaikan, itu adalah persoalan lain, persoalan berbeda.
Di sini yang ada hanya soal bagaimana setiap orang memberi bagi diri mereka alasan untuk bertahan dalam percakapan ini. Dan menciptakan alasan itu untuk ditanamkan di dalam pikiran sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan ketika percakapan bisa terus dilangsungkan.
Dan kita tidak sedang membicarakan definisi mengenai percakapan, pun hal-hal teknis di seputar itu. Kita hanya sedang meletakkan setiap orang pada posisinya yang tepat dalam sebuah percakapan. Karena percakapan, pada awal dan akhirnya, adalah persoalan siapa bicara apa dan dari posisi yang mana.
Selebihnya adalah kerelaan masing-masing pihak untuk memahami posisi setiap peserta percakapan. Menghindari pemahaman terhadap hal itu akan menjadi penolakan terhadap otoritas ruang percakapan yang, pada gilirannya, akan menggagalkan makna dari setiap kata yang dipercakapkan.
Demikianlah kiranya kita memberi tema pada setiap percakapan. “Kalian sedang mempercakapkan apa?” Jawabannya, senantiasa, adalah tema-tema percakapan. Selalu tema karena apa yang penting bukan hanya apa yang dipercakapkan tapi juga siapa yang mempercakapkan.
Meski begitu, gagal atau berhasilnya sebuah percakapan tidak ditentukan oleh makna, tema, atau sesiapanya percakapan. Gagal atau berhasilnya sebuah percakapan selalu hanyalah persoalan persepsi kita atas posisi-posisi dalam percakapan itu. Sedemikian rupa tanpa pinggir.
Karenanya, kita tak harus menilai percakapan dalam terma gagal dan berhasil. Kita bisa melakukannya dengan bebas dan meninggalkannya jika mau. Karena di dalam percakapan kita bisa mulai sebagai “sesuatu” yang menjadi “seseorang.” Karena di dalam percakapan kita tak hanya berada tapi juga mengada.
Manado, November 2018
amato

0 Komentar