Ketika kita tahu bahwa hidup memberi kita lebih banyak kekacauan daripada pengetahuan. Ketika kita tahu bahwa pengetahuan itupun hanya sebentuk informasi dari kekacauan yang ingin kita sempurnakan. Ketika kita tahu bahwa di ujung jalan sana ada yang tetap tinggal tak terketahui tapi tetap saja kita akan tiba di sana.
Maka kekacauan pun menjadi cara berhenti bagi mereka yang berani. Selebihnya adalah hidup yang memuakkan dari sini ke sini.
Aku memahaminya dengan menyadarinya, bukan sebaliknya.
Pengetahuan membutuhkan pemahaman dan darinya lahir kesadaran. Kekacauan membutuhkan sentuhan dan dengannya kita tenggelam di dalam kesadaran yang meledak-ledak untuk dirayakan.
Ruang menjelma penciptaan, waktu mengumumkan keniskalaan, dan kita hanya perlu terus bernapas. Memeluk hidup. Lalu mati sia sia dengan senyum yang paling berbahagia.
Maka melangkah dan teruslah melangkah, sahabatku. Pergilah dan terus berlalu. Karena jika kita akan bertemu, kita mestinya bertemu di dalam kekacauan itu dan berpesta sebagai dinamit.
Seperti kata penyair itu, "Sekali berarti, sudah itu mati."
Manado 2022
amato
.jpeg)
0 Komentar