NAUSEA KEDUA

NAUSEA KEDUA

Sesuatu telah menghentikanmu dalam perjalanan itu. Bersyukurlah. Karena bahkan jika kau hidup cukup lama untuk terus berjalan, kau akan tahu bahwa bukan hanya tujuan yang tidak pernah kau miliki tapi juga perjalanan itu sendiri. Sesuatu telah menghentikanmu dalam perjalanan itu dan kau menjadi manusia atas.

Seorang pengembara kehidupan menamakannya “tiada kreatif” atau momen keterpesonaan manusia atas pada keunikannya sebagai bukan apapun yang lewat itu segalanya tercipta. Bayangkanlah tuhan, sang pencipta agung yang begitu tiada. Ekspresi keunikan manusia sebagai aku dari sebentuk ilusi yang menampilkan hidup sebagai rantai makanan.

Aku tak ada di sini, katamu. Kau selalu bisa mengatakan apa saja. Kau manusia dan kau unik. Tapi kau, seperti semua manusia yang membangun peradaban dalam sejarah, memilih untuk menjadi biasa-biasa saja. Menjadi sama dengan semua orang atas nama menjadi seseorang yang berguna. Tentu itu dalam cetakan yang telah dibuat sejak zaman manusia menemukan peradaban. Aku tak ada di sini, katamu. Kau tidak pernah ada di manapun. Kau bukan apapun, bukan siapapun.

Kau memulai dari titik nol dalam garis koordinat kehidupan yang kemudian memilih untuk menjadi ada sebagai seseorang. Kau dilahirkan sebagai manusia yang, karena terpesona ilusi, memilih untuk jadi orang. Meninggalkan titik nol dan berenang dalam kehidupan untuk menemukan kebahagiaan. Bayangkan, kau tidak sejahat itu tapi kau memilih untuk bunuh diri hanya karena ingin tersenyum.

Kau menyebutnya masyarakat dan hidup dengan norma mereka. Aku menyebutnya berbagi ketololan. Satu batang rokok lagi dan pembicaraan kita akan berakhir. Tapi apakah kau tahu, aku masih juga mengalami rasa mual yang sama.

Manado 2022

amato



Posting Komentar

0 Komentar