Neocons, apa hebatnya mereka? Kelompok intelektual neo-konservatif di lingkaran pemerintahan Amerika Serikat ini lebih sering dituduh sebagai warmonger daripada dipahami sebagai kelompok yang mengajukan gagasan geopolitik bagi kepentingan luar negeri AS. Selebihnya, kita tahu, tuduhan lebih mudah dicerna oleh kepala yang relatif kosong dari pengetahuan.
Jika geopolitik dibagi dalam tiga bentuk presentasinya yaitu, geopolitik populer – presentasi geopolitik di media massa dan media sosial; geopolitik praktis – presentasi geopolitik sebagai kebijakan suatu pemerintahan; dan geopolitik formal – presentasi geopolitik sebagai wacana akademis, maka tak ada kelompok yang bisa mengisi ketiga ruang itu segempita para neocons di AS. Dengan warna yang sekira berbeda, Indonesia pernah punya Ali Murtopo dan lingkarannya.
Di luar segala tuduhan, yang boleh jadi benar, para neocons mampu mengisi ketiga ruang presentasi itu dengan serius. Tuduhan itu sendiri muncul dari presentasi praktis gagasan mereka yang menjadi populer di media massa dan media sosial; dari ‘evil empire’ dalam kepala Reagan hingga ‘war on terror’ di bacot Bush junior. Sementara itu, beberapa akademisi serius membahas gagasan dan teori geopolitik mereka.
Artinya, mereka adalah intelektual dalam arti yang seharusnya dari kata itu; mau berkutat dengan gagasan dan teori abstrak, mampu mengaplikasikan semua abstraksi itu dalam praktek bernegara, dan cukup mentereng untuk menarik minat publik atas implikasi gagasan mereka dalam kehidupan nyata. Dalam makalahnya di European Journal of International Relations, Michael C. Williams menulis, “Few political positions today place so great an importance on the influence of ideas as does neoconservatism, and few possess the theoretical depth that its most sophisticated proponents can muster.”
Lalu apa urusan kita dengan para neocons itu? Semata ekspresi sentimental karena saat ini, di republik ini, kita sungguh kekurangan kaum intelektual dalam arti yang seharusnya. Seorang Francis Fukuyama (eks neocons), bukan pemuja literasi yang sibuk dengan jargon-jargon teoritis atau pemikir kritis setengah tiang yang berakhir sebagai tim sukses. Salam sehat.
Manado 2022
amato
.jpeg)
0 Komentar