SETELAH PASTI

SETELAH PASTI

Pernah ada sekali hidup membawamu pada ketakjuban itu. Tak ada yang bisa kau lakukan. Itu adalah masa dengan semua cara untuk jatuh cinta. Takjub selalu saja menyertakan cinta dengan semacam misteri di baliknya. 

Tapi siapa yang akan memuja?

Di balik setiap pengetahuan terselip kekal ketiadaan yang menganga bagi rasa ragumu akan kepastian. Bukan harapan yang akan menyelamatkanmu dari kefanaan tapi sensualitas kebenaran tubuh di hadapan kuasa/pengetahuan. 

Setelah itu apa?

Tak ada jawaban bagi ketidaktahuan kecuali upaya untuk terus mengayuh sampan mengarungi lautan menuju cakrawala. Sesekali kau akan melihat pulau; di dalam peradabanmu, ilusi itu disebut cinta, tuhan, keyakinan dan segala yang memberimu jeda untuk berbahagia. Lalu pada detik keberadaan mengerkahmu, akan kau rasakan perih itu. Perih daging yang terbuang.

Ada di sana, kesendirian yang kekal di dalam kejenuhan gagasan. Kebenaran yang disingkirkan atas nama tatanan, kedamaian, dan kemanusiaan tanpa dangka. Kau pada dirimu sebagai yang sesungguhnya kau, dalam sejenak hidupmu sebagai yang sesungguhnya hidup.

Lalu kau akan berhenti. Menjadi abadi. Pasti.

Oktober 2022

amato

Posting Komentar

0 Komentar