Akhirnya aku sadar, kau adalah kekacauan yang ditakdirkan alam bagiku, bagi keberadaanku sebagai seseorang, bagi penyesalan selama hayat dikandung badan, bagi suka cita pengetahuan yang sesat.
Akhirnya aku sadar, kau tak pernah bisa jadi lain selain aku dalam diriku, Dasein yang kacau balau dari sebuah dunia yang dilipat.
Akhirnya aku sadar, pada sore setelah hujan di pinggir kota kelahiranku, di pinggir jalan menuju mati, di sela antara perhentian kekal dengan rasa sesal bahwa kita hanya mati sekali tapi harus hidup setiap hari dalam derita yang begitu semarak.
Akhirnya aku sadar, kau adalah aku, sebuah pesta yang sia sia dari sebuah gagasan yang gagal membaca sunya.
Siapa kau? Siapa aku? Siapa yang bertanya?
Oktober 2022
amato

0 Komentar